Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Saturday, February 22, 2014

1392456651117828642

Tayangan berformat ‘uji nyali’ seperti Masih Dunia Lain memang menjadi thriller tersendiri bagi pemirsa TV. Dimana seorang peserta ditempatkan dalam sebuah tempat angker seorang diri. Orang ini dibiarkan sendii dengan hanya lilin, dibekali makanan seperlunya, dan kamera di kepala. Kelak ia akan berjam-jam bertahan di sana dan diabadikan beberapa kamera. Sementara kru Masih Dunia Lain konon berada jauh dari lokasi. Artinya peserta dan kita sebagai penonton Tv tak tahu keberadaan pembawa acara dan sejenis cenayang yang asyik melototin monitor rekaman.

Tapi dalam tayangan Jumat malam, 14 Februari 2014, adalah tayangan yang berbeda. Selama ini Masih Dunia Lain adalah siaran tapping atau hasil editing yang disiarkan tiap malam Kamis dan malam Jumat. Tapi kali ini live! Bisa dibayangkan bagaimana merinding diskonya para penonton TV terutama pecinta Masih Dunia Lain.

Lantas sesuatu yang mengejutkan terjadi. Bukan karena adanya sosok pocong atau kuntilanak yang membawa kucing garong, tapi ada satu tangan manusia yang terlihat memukul dinding sehingga menimbulkan suara menyeramkan dan mengagetkan peserta. Belakangan, tangan itu diketahui tangan manusia yang masih hidup, bukanlah tangan ’setan’ atau sejenis wewe gombel atau genderuwo penunggu pohon pisang. Mengapa seseorang begitu yakin? Karena tangan yang tervideokan itu punya bayangan karena tata cahaya ruangan. Ketukan pun terdengar samar sebanyak tiga kali, disusul satu kali yang lebih keras (ketika tangan terlihat) lalu terdengar lagi sampai tiga kali.

Lihat Videonya Disini :

Sontak hal ini menjadi kehebohan tersendiri di dunia maya. Video cuplikan insiden itu pun sudah tayangan di youtube dengan judul ‘Bukti Kru Masih Dunia Lain Kelihatan Pukul Dinding 14 - 15 Februari 2014. 
Reaksi keras pun berdatangan dari netizen. Mulai dari facebooker, tweeps, dan lainnya, ikut berkomentar. Ada yang menyayangkan, menertawakan, dan sebagainya.

13924953191065595649
Komentar di youtube

Fans yang kecewa



Tak mau masalah berlarut-larut, kreator MDL mengadakan klarifikasi. Poin-poin yang mereka sampaikan via twitter @MasihDuniaLain adalah sebagai berikut:

1. Sebelumnya terima kasih atas perhatian teman semua. mohon maaf atas accident yang terjadi di episode malam ini. Berikut klarifikasi kami:

2. Dengan sistem keamanan yg selama ini kami jalani, malam ini kami sedikit lengah hingga terjadi aksi penyusupan oknum kedlm lokasi uji nyali.

3. Lokasi uji nyali yg dikelilingi rumah penduduk dan kaca gedung yg sudah rusak memberi kesempatan oknum tersebut masuk ke lokasi.

4. Oknum tersebut mencoba mengganggu jalannya shooting dgn cara mengetuk ngetuk dinding dan yg lebih parah mencoba merubah posisi kamera.

4. Beruntung kejadian tersebut cepat diketahui. kami berhasil menangkap pelaku dan mengamankannya.

5. Posisi kamera yg berubah pun harus kami perbaiki ditengah uji nyali pada saat commercial break.

Lihat video klarifikasi :


Nah, begitu pihak acara/Trans 7 mengemukakan pembelaannya. Apakah seseorang harus percaya? Saya tidak menonton tayangan tersebut tapi bisa saja acara ini memang rekayasa. Sebutlah penampakan-penampakan minimalis atau suara gumbrang-gambreng tak jelas di episode-episode sebelumnya adalah rekayasa. Dan karena sekarang ditayangkan live, maka risiko ‘ketahuan’ pun terbuka lebih lebar. Tapi bagi fans setia tayangan ini, bisa jadi apa yang diutarakan kreator acara bisa dipahami sebagai kebenaran. Bahwa ada oknum yang mengganggu acara dan sejenisnya. Mungkin jika kreator mau lebih membuktikan pengakuan tersebut, oknum iseng yang mengganggu acara bisa dilaporkan polisi sehingga publik mengetahui. Atau si oknum tampil ke media dan mengaku kalau dia memang iseng meskipun jika hal ini dilakukan, bisa jadi spekulasi lain akan muncul, yakni tokoh ‘rekayasa’ yang disuruh tampil ke muka publik untuk menyelamatkan ’nama baik’ dan rating acara. Kalau dikatakan ada oknum yang iseng masuk lokasi, seharusnya ada suara yang terdengar seperti suara orang masuk jendela atau derit pintu. Atau sejenisnya. Tapi suara ujug-ujug ini memberi kesan kalau si oknum sudah berada lama di lokasi sejak peserta tiba dan beruji nyali ria. Peserta juga berkata bahwa sebelumnya ada bayangan hitam yang ‘lari’, sebelum ketukan dinding terdengar. Apakah bayangan tersebut juga ‘rekayasa’?

Tapi entahlah, anggap saja apa yang dikatakan para kreator itu benar. Saya sendiri percaya kalau makhluk gaib/astral/halus atau apapunlah itu namanya, memang ada. Tapi kalau dijadikan sejenis tayangan yang rutin dilakukan, rasanya kurang perlu juga. Jadi yang bisa dilakukan pemirsa adalah memilih tayangan yang tepat untuk mereka.

Dan perlu diketahui bahwa sudah beberapa acara Trans 7 mengalami masalah. Ini semua benang merahnya sama persis. Apakah itu? Yap, tayangan live! Ada Nunung yang beser di YKS, peristiwa ‘memalukan’ Deddy Corbuzier di Hitam Putih episode Tragedi Bintaro 2, sampai beberapa aksi yang gagal dalam ajang sulap The Next Mentalist.

Pepatah ‘Sepandai-pandainya Tupai Melompat Akhirnya Jatuh Juga’ bisa jadi tertoreh pada Trans 7. Jadi saran saya buat pihak Trans 7, sebaiknya acara dibuat tapping saja agar melalui tahap editing. Atau kalau mau meniru stasiun TV lain yang lebih profesional, itu juga bisa.

Thursday, February 13, 2014

Gunung Kelud - Warga disekitar Kaweron, Kecamatan talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berhamburan keluar rumah dihebohkan kabar Gunung Kelud meletus setelah beberapa jam sebelumnya dinaikan statusnya dari Siaga (Level III), menjadi Awas (Level IV), Kamis (13/2) malam. Kabar Gunung Kelud meletus tersebar melalui pesan singkat (sms), selain bau belereng sudah menyabar dan sedikit terlihat kepulan gumpalan awan hitam diatas gunung itu dari daerah dengan radius berkisar 15-20 kilometer itu dari puncak gunung tersebut. Tiang listrik juga dipukul bertalu-talu sebagai tanda bahaya.


Hujan abu akibat dampak letusan Gunung Kelud telah menerpa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang berjarak lebih dari 200km dari gunung Kelud.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, menyebutkan hujan abu menyebar di beberapa wilayah, seperti Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, hingga Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, serta Temanggung.

Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kediri-Blitar, Jawa Timur, telah meletus sekitar pada pukul 22.50 WIB, Kamis (13/02) malam, demikian Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, dalam keterangan resminya.Sejumlah laporan menyebutkan, masyarakat di sejumlah kota di Jatim, Jateng hingga pulau Madura, merasakan langsung terpaan hujan abu tersebut.

kelud

"Abu vulkanik gunung Kelud sampai ke kota Kamal, Madura," kata Muhammad Taufik, dalam komentarnya.

Sementara, seorang warga di Surabaya, Merynda, mengatakan menyaksikan hujan abu di kotanya pada Jumat pagi. "Hujan abu lumayan tebal," tulisnya di laman situs Facebook Indonesia.

Evakuasi warga

BNPB menyatakan, proses evakuasi terhadap warga yang terdampak letusan gunung Kelud, yaitu mereka yang tinggal di radius 10 km.

Mereka yang diungsikan adalah warga dari 35 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang.

"Jumlah penduduk terpapar sekitar 201.228 jiwa atau sekitar 58.341 jiwa kepala keluarga," ungkap data BNPB.

Menurut BNPB, masyarakat yang tinggal di radius 15 km banyak yang kerja bakti membersihkan pasir dan abu di jalan, meskipun hujan abu masih berlangsung.

"Pembersihan dilakukan secara swadaya agar tidak ada kecelakaan lalu lintas karena tebal abu pasir sekitar 3-5 cm," kata BNPB dalam situs resminya.

Sementara, menurut BNPB pada Jumat (14/02) pagi, dampak langsung letusan gunung Kelud ini menimpa tiga desa di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

"Yang terdampak tiga desa di Kecamatan Kepung, yakni Desa Kebonrejo, Desa Besowo, serta Desa Kampung baru," demikian keterangan resmi BNPB.

Menurut BNPB, kebutuhan mendesak bagi warga yang tinggal di sekitar desa tersebut adalah masker, mck, air bersih, air minum dan makanan.
Hujan Abu Kelud Juga Sampai di Purwokerto (http://news.detik.com/)


Purwokerto - Hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud tadi malam mengagetkan warga Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah pagi ini. Meskipun abu vulkanik yang turun di Purwokerto tidak tebal, namun sebagian masyarakat sempat mengaku kaget saat keluar rumah.

"Iya tadi pagi sekitar pukul 05.30 WIB saya keluar rumah langit mendung dan gelap, tidak tahunya hujan abu yang turun, itu genteng-genteng jadi berwarna putih" kata Ricki, warga perumahan Griya Satria Mandalatama, Jumat (14/2/2014).

Bukan hanya warga Purwokerto yang melaporkan adanya hujan abu, namun warga Kroya, Cilacap juga sempat melaporkan jika terdapat hujan abu di wilayahnya tersebut.

"Di sini gelap dan mendung, ternyata ada titik-titik abu turun tapi tidak terlalu banyak," ujar Asih warga Kroya.

Dari pantauan detikcom, hujan abu yang turun di wilayah Purwokerto tidak terlalu banyak, hanya titik-titik abu yang turun diantara atap genteng dan dedaunan membuat genteng dan daun menjadi putih. Meskipun tidak banyak dan tidak terlalu terlihat, namun abu yang turun diakui warga sempat menyesakkan pernafasan. Sementara cuaca sempat tampak gelap dan mendung.


Semoga diberi kesabaran bagi keluarga yg terkena musibah. . .aamiin

Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini (lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 Oktober 1961; umur 52 tahun) adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010. Ia adalah Wali Kota Surabaya wanita yang pertama dan alumnus Arsitektur ITS[1] Ia menggantikan Bambang Dwi Hartono yang kemudian menjabat sebagai wakilnya hingga resmi mengundurkan diri pada 14 Juni 2013[2]. Mereka diusung oleh partai PDI-P dan memenangi pilkada dengan jumlah suara 358.187 suara atau sebesar 38,53 persen. Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010 (wikipedia)


Pendidikan dan Karir
PENDIDIKAN :
SMP Negeri X Surabaya (1976)
SMU Negeri V Surabaya (1980)
S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

KARIR :
Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali Kota Surabaya (2010-2015)

Prestasi 
Sebelum terpilih menjadi wali kota, Risma pernah menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya hingga tahun 2010. Di masa kepemimpinannya di DKP, bahkan hingga kini menjadi Walikota Surabaya, Kota Surabaya menjadi lebih asri dibandingkan sebelumnya, lebih hijau dan lebih segar. Sederet taman kota yang dibangun di era Tri Risma adalah pemugaran taman Bungkul di Jalan Raya Darmo dengan konsep all-in-one entertainment park, taman di Bundaran Dolog, taman Undaan, serta taman di Bawean, dan di beberapa tempat lainnya yang dulunya mati sekarang tiap malam dipenuhi dengan warga Surabaya. Selain itu Risma juga berjasa membangun pedestrian bagi pejalan kaki dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman. Di bawah kepemimpinannya pula, Kota Surabaya meraih tiga kali piala adipura yaitu tahun 2011, 2012, dan 2013 kategori kota metropolitan. Selain itu, kepemimpinan Tri Risma juga membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Pada Oktober 2013, Kota Surabaya dibawah kepemimpinannya memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik

Sebelumnya inilah gambaran keindahan kota surabaya saat ini

Spoiler :




Kisah Beliau ( kredit to green kompasiana )
Tri Rismaharini adalah Walikota perempuan pertama yang dimiliki kota Surabaya. Di tangan Risma-lah kota Surabaya berhasil meraih kembali penghargaan Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan. Setelah 5 tahun bertutut-turut tidak pernah memperolehnya.

Padahal kali ini mekanisme dan standar penilaian yang digunakan jauh lebih ketat dan tinggi. Para juri penilai akhir pun melibatkan kalangan eksternal Kementerian Lingkungan Hidup. Sebelumnya hanya berasal dari internal Kementerian Lingkungan Hidup. Para juri yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan Adipura (DPA) sebagian besar berasal dari kalangan eksternal, yakni dari kalangan akademisi, mantan menteri, rektor, dan tokoh lingkungan hidup independen. Maka tingkat obyekfitas dan kredebilitasnya jauh lebih tinggi.

Prestasi Ibu Risma, demikian Ibu Walikota Surabaya ini biasa disapa, sebenarnya sudah dapat diduga sebelumnya. Karena dia adalah orang yang sejak masih di birokrat dikenal sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan kota Surabaya.

Tekadnya tersebut mulai tersalur ketika dia menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005-2008) dan Kepala Perencanaan Kota Surabaya (2008-2010). Banyak sudut kota Surabaya, seperti lahan-lahan kosong sampai dengan pulau-pulau jalan yang tak terpelihara dan gersang disulap menjadi taman-taman dengan bunga-bunga warna-warni yang asri.

Rasanya hampir setiap hari Ibu Risma ini mengelilingi kota Surabaya untuk melihat-lihat sudut kota mana yang bisa dia tanami dengan berbagai aneka tanaman dan bunga untuk mempercantik kota Surabaya menjadi hijau bersih. Sepertinya dia tak rela membiarkan ada lahan yang gersang di kota Surabaya.

Saking bersemangatnya, sampai-samapi dia sempat dijuluki pejabat yang “gila taman.”

Hasilnya, kota Surabaya yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang garang dengan kegersangannya, panas terik menyengat kulit, dengan sampah di mana-mana, berhasil disulap menjadi kota yang penuh dengan taman nan asri. Membuat kota Surabaya menjadi selain bersih, hijau, dan asri, juga enak dipandang mata, sekalipun kita berada di tengah jalan raya dengan kepadatan lalu-lintas.

Taman-taman itu semuanya dengan telaten dan rutin dirawat sampai dengan sekarang.

Taman-taman itu pun bukan hanya sekadar taman-taman belaka, tetapi sedapat-dapatnya taman-taman itu dibuat sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan masyarakat, sebagai ruang sosial dan rekreasi. Sekaligus semakin menyadarkan warga Surabaya akan pentingnya kebersihan, penghijauan, dan keindahan sebuah kota.

Salah satu taman terbesar dan terkenal di kota Surabaya adalah Taman Bungkul. Dulu, lokasi yang terletak di tengah kota Surabaya ini, hanya namanya saja taman, tetapi fisiknya jauh dari wujud sebuah taman. Gersang berbatu-batu, dengan ditumbuhi beberapa pohon liar dengan daun-daunnya yang jarang-jarang. Sangat jarang dikunjungi orang.

Sekarang, Taman Bungkul telah berubah menjadi taman rekreasi yang asri. Dilengkapi dengan fasilitas skateboard dan BMX. Setiap malam ramai dikunjungi warga Surabaya untuk rekreasi di tengah keramaian kota. Tidak ketinggalan juga disediakan jalur khusus untuk para penyandang cacat. Bahkan kini dilengkapi dengan fasilitas internet nirkabel gratis!

Sejak Ibu Risma memerintah kota Surabaya, situs internet resmi milik pemerintah kota pun dibenahi, dengan dilengkapi dengan fitur-fitur yang komprhensif dan selaludiperbaharui. Di situs dengan alamat www.surabaya.go.id itu selain berita tentang kegiatan pemerintah kota, juga dilengkapi dengan informasi tentang tempat-tempat wisata di Surabaya, pelayanan publik yang mengfasilitasi keluhan warga Surabaya yang langsung mendapat respon dari pemerintah kota, pengurusan perizinan secara online, dan lain-lain.

Meskipun Ibu Risma berhasil membawa kota Surabaya meraih penghargaan Adipura 2011, masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi sebagaimana diingatkan tim juri Adipura. Salah satunya yang terpenting adalah penataan reklame yang dinilai terlalu banyak dan semrawut penempatannya. Sehingga merusak pemandangan kota.

Tentang penataan reklame ini bukan tidak pernah menjadi perhatian Ibu Risma. Sebaliknya begitu perhatiannya Ibu Risma terhadap kondisi papan reklame, terutama yang berukuran besar, di Surabaya, sampai-sampai sempat membuat dia berseteru hebat dengan DPRD Surabaya.

Alasan Ibu Walikota mengatur demikian adalah dalam rangka menata kembali reklame-reklame, terutama yang besar di kota Surabaya. “Supaya Surabaya tidak menjadi hutan reklame,” katanya waktu itu. Yang tentu saja merusak pemandangan kota. Selain itu, alasannya adalah keberadaan reklame-reklame berukuran besar/raksasa rawan membahayakan keselamatan masyarakat karena berisiko roboh (halmana beberapakali pernah terjadi).

Alasan itu tidak diterima sebagian anggota DPRD Surabaya. Entah ada apa dan alasan apa sebenarnya sebenarnya yang membuat mereka begitu marah dan bersemangat menentang peraturan baru walikota tersebut. Sampai-sampai dibentuk Pansus hak angket untuk mengadili Ibu Risma yang baru satu bulan lebih dilantik sebagai walikota Surabaya itu. Alasan mereka adalah peraturan tersebut akan mematikan perusahaan-perusahaan reklame di Surabaya.

Aneh sebenarnya kedengaran. Masa hanya demi kepentingan perusahan-perusahaan reklame itu, mereka begitu marah dan bersemangat menantang Walikota? Jangan-jangan alasan sebenarnya justru ada kepentingan mereka secara pribadi yang dirasakan bakal terancam?

“Perang” Walikota Tri Rismaharini versus DPRD Surabaya mencapai klimaksnya di 31 Januari 2011, ketika rapat Pansus hak angket itu menghasilkan rekomendasi agar DPRD Surabaya memecat Tri Rismahartini sebagai walikota Surabaya!

Luar biasa! Luar biasa anehnya. Sebuah kebijakan pemerintah daerah bisa diadili oleh DPRD. Dan hanya gara-gara sebuah peraturan yang mengatur tentang reklame, seorang walikota mau dipecat.

Ancaman pemecatan itu tak membuat Ibu Risma gentar sedikitpun. Dia tetap pada pendiriannya untuk tidak mengubah, apalagi mencabut kembali Peraturan walikota Surabaya tentang penataan dan tarif pajak reklame itu.

Antiklimaks terjadi pada awal Februari 2011. Mereka di DPRD Surabaya, terutama Wisnu Wardhana dan beberapa koleganya, yang paling bersemangat mau memecat Ibu Risma sebagai walikota Surabaya, malah terkena sanksi dari parpolnya: Dipecat.

Ini namanya mau memecat, malah dipecat.

Wisnu Wardhana bersama tiga orang kader Partai Demokrat, dikenakan sanksi cukup berat karena dianggap melawan kebijakan partai. Wisnu dipecat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jawa Timur. Bahkan terancam pula ditarik/dicopot dari kursi Ketua DPRD Surabaya.

Sikapnya pun berubah 180 derajat. Menjadi baikan dengan Ibu Risma. Semangat untuk memecat Ibu Risma pun seketika padam. Maka kursi Ketua DPRD Surabaya pun aman baginya.

Prestasi dan kepribadian yang teguh luar biasa dari Ibu Risma itu kini telah membuahkan hasil nyata, dengan bukti kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Adipura 2011. Sementara kota Jakarta, baik Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, tahun ini tidak kebagian satu pun penghargaan Adipura. Salah satu alasan utamanya sebagimana dikemukan tim juri adalah karena kelima wilayah kota itu gagal menjaga kebersihan kotanya, dengan tebaran sampah di banyak tempat.

Prestasi dan kepribadian Ibu Risma itu bukannya diakui oleh warga kota Surabaya sendiri, tetapi juga diakui secara nasional, dengan bukti penghargaan Adipura 2011 itu.

Ibu Risma juga sempat terpilih sebagai salah satu tokoh penting oleh BBC Indonesia, yang mewawancarainya pada tanggal 31 Januari 2011 lalu. Dalam rubrik “Tokoh,” BBC Indonesia menjulukinya sebagai “Wanita Tanpa Kompromi.”

Wawancara BBC Indonesia dengan Tri Rismaharini tersebut dapat didengar di sini.

Berkat ketegaran dan sikap tanpa kompromi inilah yang membuat kota Surabaya menjadi seperti sekarang ini. Terkenal dengan kebersihannya dengan taman-taman yang asri. Sampai-sampai pernah mendapat liputan khusus dari beberapa stasiun televisi, dengan himbauan kepada kota lain untuk tidak malu-malu menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan.

Tentu saja semua ini tidak menghilangkan penghargaan kepada Kota Palembang, yang juga meraih angka tertinggi dari dewan juri Adipura bersama dengan Surabaya. Sama-sama mendapat nilai 73. Palembang hanya kalah selisih angka nol koma sekian dari Surabaya. Bahkan untuk kebersihan, Palembang masih lebih unggul dari Surabaya.

Mudah-mudahan tahun depan Surabaya kembali berhasil meraih Adipuradengan hasil yang lebih sempurna. Terutama setelah salah satu kekurangannya berhasil dibenahi, yakni penatan reklame-reklame yang selama ini memang sangat mengotori pemandangan kota Surabaya.

Bukan hanya sampah saja yang dapat mengotori sebuah kota, tetapi juga penataan reklame yang amburadul, terutama yang berukuran besar/raksasa. Sudah merupakan rahasia umum bahwa bisnis reklame di kota-kota besar seperti di Surabaya tidak lepas dari cekraman para mafia yang melakukan transaksi jual-beli lahan strategis, dan membuat bagaimana sampai sebuah lokasi yang sebenarnya tidak boleh dijadikan lokasi reklame, bisa terpasang iklan raksasa di sana. Inilah tugas berat seorang Ibu Risma. Namun dengan dukungan penuh warga Surabaya, saya yakin hal ini dapat diatasi bersama. Dan, tanda-tanda positif itu sudah mulai ada, dengan mulai terbenahinya penataan papan-papan reklame besar/raksasa di Surabaya kini.

Selanjutnya gambaran apa yang beliau lakukan buat surabaya
Spoiler :
1. Pasukan Kebersihan :
Dengan latar belakang sebagai kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Risma langsung melakukan gebrakan saat jadi wali kota. Dia membereskan persoalan sampah dan saluran air.
Risma membentuk pasukan kebersihan, pasukan pematusan (pembersih drainase), dan pasukan lainnya. Wanita berjilbab itu juga rajin mengajak warga untuk kerja bakti.
Hasilnya, bisa dilihat di foto ini. Sejumlah gorong-gorong, sungai dan kawasan yang sebelumnya dipenuhi sampah, kini jadi bersih.


2. kampung Hijau :
Risma juga membuat gebrakan di sejumlah kampung di Surabaya. Daerah yang tadinya kumuh disulap menjadi lebih hijau.
Warga diberi kesadaran tentang pentingnya kebersihan, mulai dari pengelolaan sampah, limbah hingga penanaman pohon. Hasilnya, kampung-kampung di Surabaya menjadi lebih asri.


3. Bank Sampah :
Warga kota metropolitan kedua di Indonesia itu kini mulai sadar untuk memilah sampah mereka sejak di rumah. Sampah plastik yang bisa didaur ulang dikumpulkan ke bank sampah untuk dijual. Sampah organik dijadikan kompos.
Selain menambah penghasilan, program pengelolaan sampah ini juga bisa membuat lingkungan lebih hijau.

4. Taman :
Sebagai mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan, Risma tahu apa yang harus dilakukannya untuk membuat taman-taman di Surabaya lebih asri. Selama tiga tahun, kehebatannya pun terbukti.
Puluhan taman di Surabaya kini menjadi lebih menarik. Selain rerumputan hijau dan pohon yang rindang, taman-taman kota itu juga ditambahi fasilitas untuk warga.
Sebut saja taman Skate dan BMX. Dulunya itu adalah taman biasa dan tidak terurus, namun kini jadi area anak muda untuk menyalurkan ekspresi.


5. Jalur Sepeda :
Jalanan kota Surabaya kini lebih tertata. Pengawasan pelanggaran lalu lintas dan pelayanan publik pun menggunakan CCTV.
Jalur sepeda disediakan khusus di jalanan protokol. Warga antusias menggunakannya, termasuk saat car free day.

6. Pembersihan Sungai :
Sungai-sungai di Surabaya kini jadi lebih tertata dan bersih. Risma punya harapan, ada potensi wisata yang dikembangkan dari sungai ini.
Misalnya saja Sungai Greges. Setelah dibersihkan saluran airnya, kini jadi lebih bersih.
Risma juga rajin mengkampanyekan penanaman hutan mangrove.


Beliau juga diwawancarai oleh mata najwa, berikut adalah wawancara beliau di acara mata najwa :
Video :
Itulah sekilas tentang ibu risma. Selalu ambil positifnya dari kisah diatas.

Dunia maya kembali dihebohkan dengan tersebarnya video yang diduga Ustadz Hariri tengah memarahi seorang pria di hadapan ratusan jamaahnya. Saat dikonfirmasi, bintang sinetron Islam KTP itu membenarkan, ustadz di video tersebut adalah dirinya.

Namun, Ustadz Hariri membantah, memarahi pria yang berdiri di bawahnya. Menurutnya, video yang tersebar di dunia maya tidak ditunjukkan seutuhnya. Sehingga, menimbulkan tanggapan negatif.
"Kronologinya pas mau acara Ustaz Hariri minta sound system-nya dibagusin. Operatornya marah-marah, jadi ya ustaz nggak terima," kata manajer Ustaz Hariri.


"Dari situ sudah ketahuan siapa yang salah," kata Odet membela Ustaz Hariri. Odet mengaku kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Bandung.

Dalam video di Youtube yang berdurasi 3 menit satu detik tersebut, juga tampak Ustaz Hariri dari atas panggung menginjak kepala operator sound system dengan menggunakan lututnya. Odet mengaku Ustaz Hariri kesal lantaran operator sound system minta maaf tapi sambil marah-marah.

"Disuruh minta maaf. Minta maaf sambil marah-lagi lagi, kesalahan siapa lagi itu. kita sewa sound kan wajar ingin yang kualitasnya baik," imbuhnya.

Dia menambahkan, insiden yang terjadi di atas panggung dan disaksikan oleh para jamaah, termasuk anak-anak itu kini telah selesai.

"Sudah selesai, kan sudah langsung minta maaf," tutupnya.

Ustadz Hariri ngamuk menekan kepala seorang pria (Foto: YouTube)
Foto Uztad Hariri ketika menginjak kepala seorang pria

Lebih lanjut, pria yang pernah disebut melecehkan Cinta Penelope itu menceritakan, kejadian tersebut sekira sebulan lalu. Saat itu, dia tengah menghadiri ceramah di daerah Nagrak, Kabupaten Bandung, di mana dia hanya meminta seorang operator sound system mengeraskan suara dari pengeras suaranya. Namun, permintaannya itu justru ditanggapi berbeda oleh pria tersebut. Bahkan, menurut Ustad Hariri, pria itu cenderung menantangnya dengan berteriak di hadapan para jamaah.

"Waktu itu saya hanya minta audionya diangkat, saya malah diteriakin. Reaksi orang-orang jadi heran, saya juga heran. Dia orang kampung setempat, dia cenderung menantang. Ketika saya tanya, dia malah nantang, saya bilang daripada teriak-teriak mending minta maaf," tandasnya.

Sekadar diketahui, dalam video yang tersebar, Ustadz Hariri memarahi seorang pria dengan menggunakan bahasa Sunda. Saat itu, Ustadz Hariri duduk di kursi mengenakan baju serbaputih, dan kepala diikat sorban, dan berkacamata.

Ustadz Hariri pun meminta pria yang mengenakan jaket kulit berwarna hitam mencium kakinya. Namun, pria tersebut menolak permintaan sang ustadz. Sontak, Ustadz Hariri kembali memarahai pria tersebut. Sampai-sampai, seorang pria yang mengenakan gamis oranye, yang juga sepertinya seorang ustadz, mengelus-ngelus tangan Ustadz Hariri, dan memintanya bersabar.

Setelah itu, Ustadz Hariri tampak melemahkan suaranya. Dia pun sempat mendoakan pria tersebut, yang langsung diamini para jamaah lainnya. Ustadz Hariri kemudian mengajak pria tersebut bersalaman, sambil mengucapkan sesuatu dengan bahasa Sunda. Namun, entah apa yang membuat Ustadz berambut panjang itu kembali marah.

Ustadz Hariri begitu emosional, sampai-sampai kepala pria tersebut ditekan dengan kaki Ustadz Hariri. Itu membuat jamaah terkejut. Sampai-sampai seorang ustadz yang mengenakan gamis oranye, dan seorang pria lainnya melerai tindakannya. Ustad Hariri kemudian dipapah untuk kembali ke tempat duduknya sambil mengucapkan Istighfar.

Video Uztad Hariri Ketika Menginjak :

Reaksi MUI Terkait Video Ustaz Hariri yang menginjak Leher Jamaah
Video Ustaz Hariri yang diunggah ke youtube menuai banyak komentar. Karena dalam video tersebut muballigh berambut panjang itu tampak menginjak salah seorang jamaahnya dengan lutut. 

Ia juga menyuruh jamaah untuk mencium kakinya sembari memakinya dengan Bahasa Sunda. Hal ini menuai kritikan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan. Menurutnya, tindakan kekerasan dalam berdakwah bukan cara yang diajarkan Rasulullah SAW. 

"Kalau itu benar adanya, tentu itu menyalahi metode dakwah yang diajarkan Alquran. Di dalam Alquran berdakawah harus dengan kata-kata yang lembut dan dengan cara mau'izhatil hasanah," tuturnya kepada Republika, Rabu (12/2) malam.

Amidhan mengatakan, jika cara yang dinilai kasar tersebut yang dipakai Ustadz Hariri, tentu akan menjadikan orang lari dari Islam. Sedangkan tujuan dari dakwah itu sendiri adalah mengajak umat kepada Islam.

"Yang begitu itu, tentu akan menjadi dakwah yang kontra produktif. Jangankan orang akan mematuhi dan melaksanakan ajarannya, kalau begitu orang bisa menjauhi," papar Amidhan.

Menurut Amidhan, dalam Islam diajarkan cara berinteraksi dengan dua dimensi. Yaitu, hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal sesama manusia. 

Keduanya harus diperhatikan seorang Muslim. Di samping membina hubungan baik dengan Allah, seyogyanya pula ia menjalin hubungan yang baik di tengah masyarakat.

Wednesday, February 12, 2014


Entah apa yang mereka pikirkan, gara-gara tidak kebagian uang hasil, tiga orang maling motor mengadu ke kantor polisi. Alhasil, polisi pun berhasil membongkar komplotan pencuri kendaraan bermotor tersebut.
Kejadian ini berawal saat, empat sekawan, Mohammad Yusuf (19), Masrukin (21), Hadi (20) dan Robi (19) berhasil mencuri sejumlah kendaraan roda dua di wilayah Pasuruan, Jawa Timur. Empat orang warga Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu dalam melakukan aksinya terbilang nekat. Bahkan, tak segan keempatnya melukai para korban.

Sayang, persahabatan empat sekawan itu akhirnya bubar. Gara-gara hasil pembagian uang penjualan motor curian dikentit oleh Masrukin. “Awalnya uang itu dibawa kabur oleh pelaku Masrukin, tapi tiga temannya tidak terima, setiap ditagih oleh tiga pelaku lainnya selalu berkelit hingga temannya kesal dan melapor ke polisi,” kata Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Bambang Sugeng, Rabu (12/2/2014).

Polisi akhirnya berhasil menangkap Masrukin. Saat ditangkap Masrukin sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya, polisi menembak kakinya. Usai Ditangkap Masrukin bernyanyi. “Kata Pelaku, uang yang dibawanya adalah uang hasil curian. Kami pun segera menangkap tiga orang lainnya,” kata Bambang.

Kata Bambang, para pelaku menjual hasil rampasan sepeda motor dengan harga Rp2 juta per unit. Pelaku telah berhasil menjual belasan motor hasil curian. GENIUS !!

Tuesday, February 11, 2014


Siapa yang tidak kenal dengan game paling populer satu ini. Flappy Bird. Sudah banyak pengguna iOS dan Android yang mengunduh permainan ini. Game dengan grafis sederhana ini membutuhkan konsentrasi dalam memainkannya. Banyak orang penasaran, agar burung dapat melewati pipa-pipa berbeda ukuran. Memang sangat menarik namun ada juga yang bisa stres ketika memainkannya. Sayangnya, menurut account Twitter sang pembuat game ini sendiri yaitu, Dong Nguyen, @dongatory, Flappy Bird tidak akan bertahan lama karena dia mencabut game populer ini baik yang ada di iTunes App Store atau juga Google Play.

Nguyen menjelaskan bahwa dia tidak dapat meneruskan untuk ‘mengayomi’ game yang sangat potensial menghasilkan uang ini. “Ini (pencabutan Flappy Bird di iTunes App Store dan Google Play) tidak ada hubungannya dengan pelanggaran hak cipta. Saya hanya tidak sanggup menahannya lagi,” jelas Nguyen dalam account Twitternya.

Tidak diketahui apa maksud dari tulisan “Tidak dapat menahannya lagi.” Namun menurut analisis yang tertulis di Kotaku (09/02), ada kemungkinan memang beberapa pembuat game lain khususnya Nintendo yang pernah membuat game fenomenal, Mario Bross, keberatan dan menganggap Nguyen melanggar hak paten desain grafis dari game mereka.

Hal tersebut ditampilkan dari desain warna langit dan pipa yang ada di Flappy Bird sama dengan apa yang ada di game Mario Bross. Sayangnya, tidak ada penjelasan terperinci akan hal itu.

Namun, sebagai susulan, Nguyen menuliskan dalam account Twitternya bahwa dia memang akan ‘membunuh’ Flappy Bird namun dia tetap akan berkreasi dengan membuat game lainnya.

Flappy Bird memang tersedia gratis di App Store untuk platform iOS dan Google Play untuk platform Android. Sejak meluncur pada Maret 2013, jumlah unduhannya mencapai 10 juta di seluruh dunia. Berkat kepopuleran Flappy Bird, Nguyen mampu meraup untung US$ 50 ribu atau sekitar Rp 608 juta per hari.

Dengan dicabutnya Flappy Bird dari iTunes App Store dan Google Play serta batalnya game ini masuk ke pasar Windows Phone, tentunya akan membuat banyak penggemarnya kecewa.

Kita nantikan saja sekuel dari Game sederhana tapi menjengkelkan Flappy Bird besok . Apakah akan sepopuler Flappy Bird sebelumnya atau sama sekali tidak .
Ribuan warga yang bermukim di sekitar sungai Jembatan Kuning, Tanjung Laut, Bontang Selatan, heboh. Pasalnya, aliran air sungai yang mengalir dari Kelurahan Berbas Tengah menuju Tanjung Laut, tiba-tiba berupa warna merah darah. Belum diketahui pasti penyebab perubahan warna air sungai tersebut. Namun, sebagian warga meyakini hal itu disebabkan oleh pembuangan limbah, berupa cat atau zat pewarna.

Penampakan Sungai Merah Bontang
Spoiler :
Heboh, Sungai Tanjung Laut-Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah




Kepolisian Kota Bontang menguak misteri air sungai yang mendadak berwarna merah di Bontang. Fenomena itu ternyata akibat limbah dari perusahaan cat di Bontang.

Dalam kasus ini, Kepolisian Kota Bontang mengamankan seseorang berinisial ST, diduga sebagai oknum yang kali pertama membuat gempar warga Kota Bontang. Menurut Wakapolres Bontang, Kompol Erlan, pelaku ST diduga mencemarkan air sungai dengan limbah cat. Kini, pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan, tapi masih proses lanjutan dan pemeriksaan, apakah limbah beracun atau tidak? Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Sementara itu, warga yang berdiam di lokasi sekitar menyebut bahwa air jadi merah itu adalah akibat orang tak bertanggung jawab. Biasanya ada yang membuang sisa cat ke sungai dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga air menjadi tercemar. Lagipula, di sekitar sungai itu ada pabrik distributor cat.

“Di sini ada pabrik distributor cat, biasanya sering membuang cat, namun tidak sebesar ini, sehingga tidak mengubah warna air. Bisa jadi akibat pencucian drum-drum dari Amerika yang dibeli pabrik distributor cat tersebut,” kata Sundarwan, salah seorang warga Tanjung Laut, Bontang.

Namun, kata Sundarwan, jika air sungai berubah warna karena limbah pencucian drum, tidak mungkin bisa sampai sepanjang sungai di tanjung laut Bontang Selatan. “Seharusnya tidak merata, tapi ini merata. Nah, ini yang membingungkan. Entah betul fenomena alam atau limbah yang dibuang dalam jumlah cukup besar,” pungkasnya.

Di bagian lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bontang, Agus Amir mengatakan, sampai saat ini BLH belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai perubahan air sungai tersebut. Namun pihaknya akan menelusuri asal perubahan air tersebut.

“Kami masih di lokasi dan tim kami masih melakukan pengecekan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan apakah ini fenomena alam ataukan pencemaran air limbah. Harus diselidiki dulu,” kata Amir (11/2/2014).

Dijelaskan Amir, untuk menguak misteri air merah itu, memerlukan proses yang panjang. Selanjutnya, Amir masih belum bisa memutuskan apakah akan diperiksakan dalam laboraturium atau tidak.

“Kami masih di lokasi kami masih lakukan identifikasi dan menyelusuri petanya dulu, baru bisa diambil kesimpulan. Yang jelas, kami akan terus menyelidiki darimana air merah itu bermula,” jelasnya.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!